Senin, 08 Juli 2024

Mahou no Kishi [Black Clover Fanfic]

Volume 1

At beginning 1.2

Setelah seluruh peserta melakukan duel dengan seluruh kemampuan, tibalah giliran Yudi dan Raynare melakukan duel. Wanita bangsawan itu menyeringai dengan penuh percaya diri.

"Kuharap kau tidak kalah dalam sekali serang ya." Ucapnya sembari menyiapkan sihir serangan.

Grimoire miliknya terbuka dan segera beberapa tanah berukuran sedang di sekitar terangkat. Tentu saja pemandangan itu membuat semua orang kagum karena tanah itu melayang dengan tenang di sekitar Raynare.

'Sihir Tanah ya, dilihat sekilas saja sudah jelas Kalau dia sangat mahir. Ini akan sangat menyenangkan.' Batin Yudi.

"Aku mulai ya! Tsuchi Maho : Ishinage!" Ucapnya.

Bongkahan batu yang mengitarinya dengan cepat menyerang Yudi. Tapi karena tubuhnya telah dilatih dengan Ketat oleh Masternya. Itu tidak begitu berpengaruh, dengan lihai Yudi menghindari setiap bongkahan batu yang hendak mengenainya.

Bongkahan batu itu menghantam dinding lapangan dan menciptakan getaran kecil, membuat beberapa peserta berpikir kalau tempat ini akan hancur oleh serangan Raynare.

"Oi apa-apaan dia itu?"

"Apa dia berencana menghancurkan tempat ini!"

"Lagian lawannya malah menghindar dengan mudah, padahal lesatan batu itu tidak bisa kulihat. Bagaimana dia bisa melakukannya." Ucap seorang peserta.

Sementara di sisi komandan juga memberikan komentar.

'Kontrol sihir milik wanita itu sangat bagus, hanya perlu sedikit pelatihan maka dia mungkin akan menyamai Sol.' Batin Charlotte.

'Meskipun diterjang oleh serangan seperti itu, tapi bocah itu masih belum serius. Bukankah itu sama saja memprovokasi secara tidak langsung. Sungguh bocah yang menarik.' Batin Yami.

'Ketenangan dan teknik bertarung miliknya lumayan baik. Tapi aku penasaran bagaimana kekuatannya saat serius.' Batin Fuegoleon.

'Dia bahkan tidak menggunakan sihir penguatan. Dengan kata lain, dia melatih tubuhnya dengan begitu keras hingga bisa bertarung seperti itu.' Batin William Vengance.

'Keke sepertinya ada anak yang bagus untuk dijadikan samsak latihanku.' Batin Jack.

Kembali ke pertarungan.

Raynare menggertakan giginya karena serangan yang dia lancarkan tidak ada satupun yang mengenai lawannya. Malahan lawannya bahkam belum mengeluarkan sihir miliknya sama sekali.

'Ini merupakan sebuah penghinaan, dia benar-benar mempermainkan diriku. Tidak akan kubiarkan kau bertingkah lancang lebih jauh.' Batin Raynare.

Batu terakhir menghantam lurus ke depan dan Yudi menghindari itu dengan mudah.

"Hooh tidak kusangka kau berhasil mengatasi seranganku. Tapi apa kau bisa mengatasi yang ini. Tsuchi Mahou : Renzoku Toseki!" Ucap Raynare sembari merapalkan sihir miliknya.

Dalam sekejap muncul batu seukuran tadi, namun batu-batu itu melesat dengan lebih cepat dan presisi dari sebelumnya. Yudi mencoba menghindar namun dia tidak bisa dan terhempas oleh lesatan beberapa batu itu.

Yudi tersungkur dan meringis sebab dia terkena serangan langsung dari sihir milik Raynare. Tapi tubuhnya masih utuh, meskipun ada bercak darah di mulutnya tapi itu malah membuatnya bersemangat.

'Akhirnya, seranganku kena. Teruslah bersikap seperti tadi maka kau akan menjadi budakku!' Batin Raynare.

Semua peserta yang melihat keadaan Yudi memberikan cibiran.

"Nah lo, kan kena batunya juga tuh bocah."

"Tadi berlagak bisa menghindar, lah kini malah terhempas."

"Bocah kampung mana bisa menyaingi bangsawan!"

"Heh, kupikir kau berbakat, tapi ternyata hanya sebatas ini. Kalau begitu, kau akan menjadi budakku."

Perlahan Yudi bangkit dan mengelap bercak darah di pipinya lalu memberi senyum percaya diri. Matanya menatap Raynare dengan penuh tekad dan dengan lantang berkata.

"Apa kau yakin akan berakhir seperti itu!"

Melihat itu Raynare jadi sedikit gemetar karena merasa tatapan itu begitu mengintimidasi meskipun dia tahu kalau itu tidak berbahaya. Tapi entah kenapa tubuhnya menggigil tanpa sebab.

Beberapa peserta memberikan cibiran karena sikap yang ditunjukkan 

"Hah! Apa bocah itu tidak tahu artinya Kalah?"

"Sepertinya ada yang salah di kepalanya!"

Itulah cibiran dari beberapa peserta yang menonton. Jika para peserta mencibir tingkah Yudi barusan, tapi para komandan mulai memandang dengan serius karena ingin tahu kekuatan sebenarnya milik bocah yang belum mengeluarkan sihirnya sama sekali.

Grimoire milik Yudi perlahan melayang lalu terbuka dan dari sana muncul sebuah pedang lebih tepatnya Katana. Tidak ada yang spesial dari pedang katana itu, hanya ada satu kalimat yang tersemat di sana yaitu kalimat Metsu atau artinya hancurkan.

Pemuda itu ingat kalau pedang katana itu adalah hadiah yang diberikan oleh pengembara yang telah memberi pelatihan keras pada dirinya 6 bulan yang lalu.

Bahkan dia juga yang telah mengajarkan teknik berpedang unik yang menurut Yudi sangat penting sebagai dasar dirinya dalam mengarungi perjalanan menuju impiannya menjadi Komandan Ksatria Sihir.

"Karena kau hanya memiliki Sihir penyimpanan maka akan kuhadiahi pedang ini padamu sebagai kenang-kenangan. Pedang ini bernama Nichirin ditempa dengan sangat baik dan memiliki ketajaman yang luar biasa. Ketahanan dan elastisitas pedang ini juga tinggi, gunakan dia dengan bijak. Lalu raihlah impianmu untuk menjadi Komandan Ksatria Sihir." Ucap Masternya saat memberikan pedang itu tiga hari sebelum dia pergi.

'Jika aku kalah dengan serangan seperti ini, bagaimana mungkin aku bisa menjadi Komandan Ksatria Sihir.' Batin Yudi.

"Sekarang seranglah aku dengan kekuatan penuhmu, kali ini aku akan melawannya dengan segenap kekuatan yang sudah kulatih." Ucap Yudi.

1 komentar:

Bagaskara mengatakan...

Mangat bang, lanjutkan seru nih