Siang itu dia langsung pergi ke sebuah konter HP dan membeli satu Smartphone baru. Model yang dia beli adalah tipe Handphone yang memiliki RAM 4gb dan penyimpanan 128 GB.
Setelah mendapat kartu yang sudah di daftarkan oleh pemilik Konter. Adi langsung mendownload Aplikasi pengirim pesan yang lazim digunakan orang-orang.
Setelah mengunduhnya, Adi lalu memasukkan nomor yang di berikan oleh Monica tadi pagi. Nampak foto profil dari gadis itu, dia sedang berpose memegang stick drum, matanya melakukan wink dan tersenyum nakal sambil menjulurkan sedikit lidahnya.
"Kenapa dia melakukan pose seperti itu. Tapi, bukan urusanku juga mengaturnya. Kalau dilihat-lihat, dia manis juga."
Adi tidak langsung memberi pesan pada Monica. Dia sengaja akan memberikan pesan besok, karena sudah mengatakan pada Monica kalau dia akan mengabarkan besok.
Ada sesuatu yang dia akan lakukan dengan smartphone barunya itu. Dia melakukan hal sama seperti tadi pagi, menulis serangakian kode di google chrome lalu menyalin url LouTube yang memposting video aksinya semalam.
Mengambil IMEInya dan mempaste di Google Map! Kini di layar smartphone miliknya. Titik merah itu sedang ada di sebuah gedung universitas ini.
"Scripts yang kutemukan saat dilokasi korban terakhir begitu berguna. Tidak kusangka serangkaian digit itu, memiliki kemampuan seperti ini."
Apa yang di gunakan oleh Adi adalah sebuah Script, dia mendapatkannya dari lokasi terakhir saat menjalankan tugas dari Pengkor.
Awalnya dia tidak mengerti, bagaimana cara kerja serangkaian kode digit itu. Tapi setelah diajari oleh seorang Pemuda yang cukup terampil, dia akhirnya mengerti cara menggunakannya.
Adi menggunakan teknik hipnotis pada pemuda itu, agar melupakan semua perjumpaan dan apa yang dilakukan bersamanya.
Menurut pemuda itu, Script yang dipegang Adi memiliki kemampuan untuk meretas jaringan apapun tanpa ada yang bisa melacaknya.
Kemampuan Script ini, mirip seperti pesawat siluman namun lebih canggih. Dia bukan hanya bisa mengintai tanpa diketahui siapapun, tapi dapat mengambil informasi berharga tanpa meninggalkan jejak sama sekali.
Bahkan anak itu akan membayar berapapun, asal diijinkan untuk menyalinnya. Saat Adi sudah memahami semuanya, dia langsung menghipnotis dan membuat anak itu hilang ingatan tentangnya.
Adi memberikan beberapa uang sebagai tanda terima kasih. Setelah itu, dia tidak pernah menemui lagi pemuda tersebut.
"Semoga kau bisa belajar sesuatu ketika kutemui nanti malam!"
***
"Kubilang juga apa? Video yang diupload semalam bakalan Viral!" ucap pemuda yang diintai Adi.
"Iya, sekarang akun Loetube Lo udah banyak yang subscribe dan viewer. Harus makasih lo sama pria bertudung itu, bro!" respon temannya yang mengenakan jaket hijau. Dalemannya dia gunakan T-shirt putih dan mengenakan jeans hitam dengan sepatu warna biru.
"Pokoknya, jangan lupa traktirannya. Bentar lagi kan akun Lo bakal bisa di Monetize ama Google." sembur kawan satunya. Dia mengenakan T-shirt merah dengan celana jeans hijau gelap. Dia mengenakan sepatuh warna hitam.
"Tenang aja, pokoknya semua beres!" Sumbar orang yang memiliki akun Loetube dan mengunggah aksi Adi itu.
"Putra Kusuma, jurusan teknologi dan memiliki hobi meng-upload sesuatu di Loetube!"
Suara tiba-tiba itu jelas membuat si pemilik nama yang ternyata pengunggah video Adi tersebut kaget. Karena sosoknya tidak muncul.
"Siapa Loe? Tunjukkin diri lor kalau berani!"
"Iya, gak usah main Sumput-sumputan segala. Dah kayak bocah aja!"
"Bener tuh, tongolin mukal Lo!"
Mendengar ejekan itu membuat Adi terkekeh, tidak menyangka itu respon yang diberikan oleh tiga sekawan tersebut. Lalu dia muncul dari sudut yang tidak disangka oleh ketiganya.
"Begitukah sikapmu terhadap orang yang membuatmu mendapatkan pujian dan keuntungan?" ucap Adi pada mereka.
Wajah ketiga orang itu pucat pasi, saat menyadari kalau yang mereka olok-olokan adalah sosok dalam video itu. Terutama Putra Kusuma yang merupakan perekam dan pengunggah aksi Adi kemarin malam.
'Pria bertudung! Aku minta maaf karena berkata seperti tadi!" ucap Putra kusuma
"Kumohon maafkan kami!" Sambung kedua temannya meminta maaf.
Adi tidak merespon permintaan maaf mereka, membuat ketiga orang itu makin berpikir macam-macam.
"Aku han-"
"Ah- aku mengerti! Video itu akan segera kuhapus. Kuuplad itu sengaja untuk menarik view dan subscribe, aku hanya ingin terkenal di Loetube!"
Adi membisu ketika Putra Kusuma mengutarakan alasannya meng-upload aksinya kemarin. Lalu dia pun memberi jawaban.
"Apa saat meng-upload, kau tidak memikirkan perasaanku?"
Putra Kusuma terdiam, dia jelas tidak memikirkan hal itu. Bahkan dia langsung meng-upload video tersebut begitu saja setelah dia merekamnya.
"Dia memang tidak memikirkan perasaan dirimu. Tapi dia membuat dirimu terkenal, bukankah ini semacam simbiosis mutualisme?" ucap teman Putra mencoba membela.
"Oh begitu, bagaimana jika aku tidak ingin terkenal?" Tanya Adi
"Itu bodoh sekali, dijaman sekarang gak mungkin ada orang semacam itu?" ucap teman putra lainnya.
Sebuah pukulan di leher membuat pemuda itu tergeletak tidak berdaya. Putra dan temannya, langsung panik begitu melihat bagaimana cepatnya pria bertudung itu bergerak.
"Orang bodoh itu adalah aku, apa kalian ada yang keberatan?" jawab Adi dengan intimidasi menatap yang tersisa.
"Kau sungguh punya gerakan yang hebat, aku janji tidak akan meng-upload tanpa izin. Tapi izinkan aku agar terus merekam aksimu dan mengunggahnya di Loetube." Jawab Putra sambil menunduk di lantai.
Adi terdiam mendengar jawaban Putra Kusuma barusan. Tidak dia duga kalau akan bertemu sosok bodoh seperti pemuda di depannya ini.
'Tadi sianag, Makan apa nih anak?' batin Adi kesal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar