Ada orang bijak bilang seperti ini. Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu mil, ini seakan mengatakan kalau hal yang paling utama adalah langkah awal.
Tidak bisa dipungkiri, sebagian besar dari kita saat hendak mengerjakan sesuatu pasti langsung berpikir kalau ini pasti berat dan sebagainya.
Contohnya pekerjaan di kantor, melihat tumpukan kertas yang setebal 1 centimeter pasti akan membuat beberapa orang mengernyitkam dahi, sebagian lagi menahan nafasnya dan yang lebih sering terjadi adalah emosi.
Namun bila kita emosi, itu tidaklah menghilangkan semua pekerjaan yang menumpuk tersebut. Malahan energi kita hanya akan terbuang percuma.
Padahal jika kita bisa berpikir jernih, sesungguhnya pekerjaan itu tidaklah begitu memberatkan. Tentunya bila kita memiliki Mindset yang bagus.
Dari pada kita mendumel tidak jelas karena pekerjaan yang menumpuk, alangkah baiknya kita dinginkan hati dan pikiran sejenak. Lalu mulai melihat-lihat dulu pekerjaannya.
Setelah itu barulah perlahan dikerjakan sedikit demi sedikit. Prinsipnya seperti sebuah pepatah.
Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit.
Pun pepatah lain juga berbunyi
Berakit-rakit dahulu renang-renang kemudian
Sakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Adapun dari sisi Religius kita bisa mengambil sebuah ayat kitab Suci Al Qur'an yang berbunyi.
Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.
Dan apabila kalian sudah selesai (dari sesuatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lainnya
Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
[Q.S. Al Insyirah 6-7]
Tiga ayat diatas memiliki arti dan makna mendalam bukan. Intinya kita diajarkan untuk memiliki mindset bahwa dalam menyelesaikan sesuatu entah itu tugas atau pekerjaan.
Pun kita harus meyakini sepenuhnya kepada Tuhan, kalau di setiap pekerjaan yang kita lakukan pasti ada kemudahan untuk menyelesaikannya.
Mulailah dengan pekerjaan yang paling mudah, dengan begitu perlahan namun pasti pekerjaan yang menumpuk akan berkurang. Jika kita terbiasa melakukan hal tersebut.
Bukan tidak mungkin kita tidak akan mengeluarkan keluhan tidak jelas ketika dihadapkan dengan begitu banyak pekerjaan yang ada di hari itu.
Namanya juga kerja, ya wajar dong kalau selalu ada. Justru Kalau tidak ada pekerjaan itu yang harusnya bingung sekaligus was-was. Lah kok begitu, bukannya itu harus dinikmati.
Maksudku di sini tidak ada pekerjaan yang kita kerjakan selama beberapa hari, menandakan ada yang tidak beres. Kita harus lebih peka dengan lingkungan kita bekerja.
Karena dengan itu, persentase kita bekerja di tempat itu akan berlangsung lama atau malah bisa sampai pensiun. Mudah-mudahan kita diberikan rasa cinta pada pekerjaan.
Sehingga kita bisa Melakukan semua pekerjaan dengan baik dan menyenangkan. Karena sejatinya bekerja itu juga harus menyenangkan, kalau tidak ya fisiologi kita akan memburuk.
Seorang rekan kerja memberi nasehat yang menurut saya bagus. Begini nasehat yang dia berikan kurang lebihnya.
Kalau bekerja itu, cintailah pekerjaannya. Bukan perusahaannya. Karena meskipun kita benci dengan perusahaan kalau kita cinta dengan pekerjaan, kita tidak akan termakan ego untuk segera ingin angkat kaki dari tempat kerja. Sebelum memiliki pekerjaan yang baru.
Lalu yang lebih penting, jangan kita menjadi seorang penculas. Yaitu kita menceritakan keburukan tempat kita bekerja, akan sangat baik kalau kita menceritakan hal-hal yang baik saja.
Karena walau bagaimanapun kita telah mendapatkan gaji dari perusahaan, jadi seyogyanya kita harus menjaga nama baik perusahaan tempat kita bekerja.
Itulah pesan yang bisa saya tangkap dari nasehat Rekan kerja saya dulu. Tentu semoga ini bisa bermanfaat untuk kita semua terutama penulis sendiri.
Akhirnya jika ada kesalahan saya mohon maaf dan kepada Allah saya mohon ampun.
Berjuang terus wahai para pencari nafkah yang halal. Semoga keringat yang menetes itu akan menjadi saksi di hadapannya, tentang apa yang telah kau lakukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga atau diri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar