Ya, disinilah aku berteman angin malam yang meniup pelan wajah, tidak pernah aku sadari bila hawa ini selalu membuatku nyaman.
Ada apa ini, kenapa tiba-tiba aku teringat sesuatu yang terjadi di masa itu. Masa saat aku masih berseragam abu-abu. Sebuah masa yang orang selalu katakan, paling indah saat kau hidup.
Tidak salah mereka mengatakannya, karena menjadi bagian dari itu. Sedangkan aku ... aku tidak menjadi bagian dari mereka, yang merasakan semangat masa muda.
Aku hanya pemuda pendiam yang akan dengan senang hati, menutup telinga dengan headseat dan memejamkan mata. ketimbang berbicara dengan yang lain.
Saat itu, aku berpikir untuk apa berinteraksi dengan orang lain. Jika hanya membuatmu menderita, bukankah lebih baik diam dan lupakan sekitarmu.
Namun, saat dewasa aku menyadari. Tapi semuanya sudah terlambat. Kini aku sama seperti dulu, tidak merasakan apapun selain hening dan terpaan angin malam yang menurutku menenangkan
Jika boleh jujur, aku ingin sekali kembali ke masa itu dan merubahnya. Tapi aku sadar, itu hanya keegoisanku saja. Sang waktu tidak mengenal yang namanya melihat ke belakang, dia hanya punya satu tujuan yaitu lurus ke depan.
Karena itu, daripada meratapi nasib karena tidak merasakan masa muda. Aku bertekad untuk menggantinya dengan melakukan apa yang aku inginkan, agar semuanya tidak menjadi sia-sia. Tentu dengan mengikuti aturan yang diberikan olehNya.