Ditengah alun-alun desa semua orang diperintahkan untuk berkumpul. Gagasan itu dilayangkan oleh orang yang menjadi Baron di tempat tersebut.
Seluruh Knight juga sudah ada di situ untuk menyaksikan momen penting tersebut. Itu karena sesuatu yang tidak biasa terjadi di wilayah ini.
Desa Rockhill merupakan tempat tandus dengan sumber daya alam yang minim. Tidak ada yang istimewa di tempat ini, hanya bangsawan paling bodoh yang mau mengambil tempat berkuasa di sini.
Dan itu adalah Baron yang berkuasa sampai sekarang, karena mereka ingin dapat menikmati hidup melalui tunjangan kerajaan.
Belum lagi beberapa ratus meter dari sini terdapat area berbahaya, itu adalah [Abbys Land] sebuah teritorial yang diduduki oleh bangsa Iblis yang muncul 10 tahun yang lalu.
Namun dalam satu dekade ini jarang terjadi bentrok antara iblis dan pihak aliansi. Jika itu terjadi maka Desa Rockhill akan menjadi desa pertama dari wilayah Marquess Ereiven yang akan bentrok dengan mereka.
Tapi bukannya meningkatkan kualitas hidup atau membangun basis militer di daerah ini. Mereka malah sengaja membiarkan tempat ini miskin.
Ditambah Baron yang memerintah di sini adalah orang tidak kompeten yang hanya ingin hidup nyaman tanpa mempedulikan penduduk.
Namun semua itu akan berubah, saat acara yang diumumkan ini selesai. Itu karena seorang pedagang dari Ras Blood Elf dari negeri asing datang ke daerah kumuh ini.
Ketika mereka berkumpul kenyataan pahit yang diterima. Baron Lucius ke 7 yang merupakan keturunan terakhir dari garis silsilah Tuan tanah desa ini.
Sudah menjual kebangsawanannya dengan beberapa puluh peti emas. Dengan kata lain, desa ini sudah dialih tangan pada pembelinya.
Mereka khawatir dan cemas dengan keadaan yang terjadi, sebab biasanya orang yang membeli status kebangsawanan akan bertindak semena-mena dan mengabaikan rakyatnya.
Dengan wajah penuh kesenangan Baron Lucius ke 7 menjabat tangan sang pembeli tanah, dia begitu gembira sehingga wajahnya sangat menjijikkan untuk dipandang.
"Terima kasih atas kerja samanya, Tuan Rodriguez! Aku ucapkan selamat karena kau sudah menjadi Baron di tempat ini!" Ucap mantan Baron.
"Sama-sama, aku juga berterima kasih karena kau mau menerima tawaran dariku!" Jawab Rodriguez.
Pemuda bernama Rodriguez itu adalah seorang Blood Elf, makin terhenyaklah hati penduduk saat menyaksikan proses pengalihan kekuasaan pada si pemuda.
Kabar yang mereka terima para Elf memperlakukan manusia layaknya budak dan mengabaikan hukum kesetaraan diantara Ras.
Setelah urusan selesai, Baron yang telah menjual Tanah dan penduduk yang mengabdi pada dirinya segera angkat kaki dengan wajah menghina.
'Setelah sekian lama akhirnya aku bisa bebas dari tempat terkutuk ini. Untungnya pemuda Elf itu begitu baik hati hingga mau membeli desa kering itu dengan harga fantastis.' Batin Baron dalam kereta yang dipersiapkan Rodriguez untuknya.
Kini para penduduk memandang tanah dengan lesu, mereka seakan menunggu nasib buruk yang akan menimpa.
"Mulai sekarang! Aku, Rodriguez Sunstrider resmi menjadi seorang Baron di wilayah ini, siapapun yang mencoba untuk menolak kupersilahkan angkat kaki dari sini!" Ucap Rodriguez lantang.
Para penduduk hanya diam menanggapi ucapan lantang nan tegas dari pemuda Elf itu. Kata-kata yang dilontarkan oleh Rodriguez membuat beberapa penduduk gemetar.
Sedangkan Rodriguez Sunstrider yang mengetahui kenapa penduduk desa ini bersikap seperti itu memaklumi. Karena sebagian kaumnya memang bertindak diluar batas.
Namun tujuan dia mengambil alih kekuasaan ini sebenarnya untuk menyelamatkan mereka juga. Jika dia tidak mendapat kepercayaan dan dukungan, maka kemungkinan rencana yang sudah dia susun akan sulit dilaksanakan.
"Karena tidak ada yang pergi, aku anggap kalian menerimaku sebagai Baron yang baru. Karena itu, aku akan memberikan satu perintah perdana sebagai Baron wilayah ini!"
Para warga harap-harap cemas, namun mereka tidak berani membantah. Karena bila itu mereka lakukan, cambuk akan menjadi hadiah dari Baron Lucius.
Sekarang mereka tidak tahu perintah macam apa yang akan diberikan oleh Baron baru ini?
"Aku memberikan Perintah untuk mengadakan pesta! Malam ini, desa ini akan mengadakan api unggun untuk penyambutan diriku sebagai seorang Baron. Apa kalian mengerti!"
Mendengar hal itu, beberapa orang tertarik. Namun mereka tidak berani mengungkapkan, lalu anak-anak yang begitu antusias saat mendengar pesta segera maju dan berteriak ke arah Baron Rodriguez.
"Apa nanti ada banyak makanan?"
"Apa nanti semua lampu dinyalakan?"
"Apa kota ini akan menjadi hidup di malam hari?"
Ibu dari anak-anak tersebut segera menarik mereka sembari meminta maaf.
"Tolong maafkan kelancangan anak-anak kami!"
"Jika Anda ingin marah, maka hukum saja kami!"
Ucap mereka sembari membungkuk, orang-orang menjadi cemas dengan keadaan itu. Karena biasanya Baron Lucius akan marah dan memukuli anak-anak yang menginterupsinya saat bicara.
Apalagi Rodriguez berjalan ke arah mereka dengan pelan, semua yang melihat harap-harap cemas dengan aoa yang akan terjadi. Namun tanpa di sangka Baron Elf itu menyamakan tinggi tubuhnya di hadapan anak-anak yang tadi mengomel.
"Tentu saja, kota ini akan lebih hidup. Banyak lampu dinyalakan dan banyak pula makanan tersaji. Tidak hanya itu, semua orang akan menari dan musik akan dimainkan! Benarkan semua?" Ucap Rodriguez dengan senyum.
Lagi para penduduk terdiam saat mendengar ucapan Elf itu, mereka pikir dia akan marah dan memukuli anak-anak atau ibu mereka. Namun ternyata ia malah merendahkan dirinya untuk menjawab pertanyaan anak kecil itu dengan bersemangat.
Bahkan saking semangatnya penduduk bisa melihat mata Baron yang baru itu berkilauan seolah tidak sabar ingin mengadakan pesta secepatnya.
"Woah asyik!"
"Malam ini pasti seru!"
Melihat tanggapan anak-anak itu, Rodriguez tersenyum lembut. Para ibu yang melihatnya begitu terharu, karena bisa merasakan kalau Baron mereka yang baru ini memiliki hati yang lembut.
"Tuan, maafkan kami yang bertindak seperti tadi, kami hanya trauma karena selama ini diperlakukan tidak setara oleh Baron Lucius."
"Benar, saya juga minta maaf karena mempunyai pikiran yang bukan-bukan terhadap anda!"
Penyataan serupa terus bermunculan dari mulut para penduduk, dalam hati Rodriguez tersenyum karena rencana miliknya sudah berhasil.
Dia melukiskan senyum lembut dan berkata. "Tidak mengapa, aku juga bisa merasakannya. Karena itu aku ingin mengadakan pesta atas posisiku sebagai Baron yang baru. Tujuan aku membeli tempat ini bukan untuk menyiksa kalian melainkan ingin memajukan dan mengembangkannya. Aku tidak memaksa kalian untuk ikut membantu karena mungkin kalian masih belum menerima, tapi harapanku kalian tidak mengganggu apa yang akan aku lakukan ke depannya! Kalian mengerti!"
"Dimengerti, Tuan!"
"Sillenna Immeril! Persiapkan pestanya!" Perintah Rodriguez pada seorang wanita berambut pirang dengan diikat ponytail. Mata miliknya berwarna biru laut. Dia mengenakan pakaian seorang Maid.
'Padahal aku memintanya untuk memakai pakaian yang lebih baik, dasar keras kepala!' Rutuk Rodriguez melihat penampilan orang terpercayanya.